Apapun Makanannya, Minumnya Jangan Teh

by - July 28, 2009

Siapa suka minum teh? Kamu? Sama dong kita :)
Aku rasa banyak yang suka minum teh. Tiap kita ke warung, nimuman ini pasti ada. Mau pesen makanan apa, tetep teh yang dipesen buat minumnya. Bener iklan 'teh instan' bilang "Apapun makanannya minumnya teh b*t*l s*sr*" Sensor iklan :D
Kenapa aku bahas teh?
Ada fakta menarik dari minuman yang sepele ini. Dan mungkin masih banyak yang belom tau. 
"Mau minum aja pake mikir, minum ya minum aja." Cocok, aku juga bilang gitu sebelumnya.

Jadi beberapa waktu lalu aku ikut kuliah yang entah itu matakuliah apa. Ditengah-tengah kuliah ,dosenku bahas masalah teh ini. Lagi ngantuk-ngantuknya waktu itu, yang aku inget dosen itu bilang kalo teh bisa menghambat absorbsi (baca: penyerapan) zat besi. Penasaran, dan aku janji bakal nyari lebih lengkapnya di internet. Beberapa hari sempet lupa dan ini tadi pas minum teh, aku inget kemudian searchinng Dan ini hasilnya:
Minum teh setelah makan terbukti bisa mengakibatkan anemia. Hal tersebut berdasarkan riset dari Bagian Kesehatan Ibu dan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang.
Minum teh paling tidak sejam sebelum atau setelah makan akan mengurangi daya serap sel darah terhadap zat besi sebesar 64 %. Pengurangan daya serap akibat teh ini lebih tinggi daripada akibat sama yang ditimbulkan oleh minum segelas kopi setelah makan. Kopi mengurangi daya serap hanya 39 %.
Pengurangan daya serap zat besi itu diakibatkan oleh zat tanin dalam teh. Selain mengandung tanin, teh juga mengandung kafein, polifenol, albumin, dan vitamin. Tanin bisa mempengaruhi penyerapan zat besi dari makanan terutama yang masuk kategori heme non-iron, misalnya padi-padian, sayur-mayur, dan kacang-kacangan.
“Bila kita makan menu standar plus segelas teh, zat besi yang diserap hanya setengah dari yang semestinya”
Menurut Dr. Rachmad Soegih, ahli gizi dari RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta, zat tanin itu sendiri memang menghambat produksi hemoglobin. Kalau memang mau menghindari teh dan mendapatkan banyak zat besi, sebaiknya teh digantikan air jeruk sebagai peneman makan.
“Makan nasi pecel dengan jeruk memperbesar penyerapan zat besi bila dibandingkan dengan minum es teh”
Kenapa? Vitamin C ternyata memperbesar penyerapan zat besi oleh tubuh.
Ini menarik, apalagi buat orang konsen buat konsumsi zat besi kayak aku. Aku punya anemia yang selalu dianjurin buat makan makanan yang banyak mengandung zat besi. 
Jadi selama ini, aku makan kemudian minum teh, rasanya sedikit percuma :| 
yap, lebih baik tau walaupun telat dari pada ga tau sama sekali, kan? :DIni masih ada lanjutannya:

Ada kiat minum teh yang tepat, agar minuman ini tidak menghambat produksi zat besi dalam sel darah:

Teh akan berefek baik bagi tubuh bila dikonsumsi pada pagi dan sore, disertai karbohidrat dan protein, misalnya roti dan biskuit.
Kiat lain, memberikan jeda minum teh setelah makan, misalnya dua jam setelah makan.
 Jeda itu diperlukan karena rentang waktu itu diperkirakan cukup bagi usus 12 jari dan usus halus bagian atas untuk melakukan proses penyerapan makanan.

Nice article. Habis ini bakal ngasih jeda deh kalo minum teh, kecuali kepepet. :D

sumber: http://kosongempat.wordpress.com/2008/07/02/efek-samping-minum-teh/#more-75

You May Also Like

8 komentar

  1. wah bagus tuch info na...
    aq kadang" mang minum Es Teh tuch klo makn d luar...
    ganti degh sekarang Es Jeruk ^_^
    thanks gan
    hahhahaha

    ReplyDelete
  2. wah berarti iklan di tipi berbahaya dunk bu suster :D

    'apapun makananya, minumnya teh botol sosro'

    ReplyDelete
  3. Oooo...yg ini kah???
    iya mirip jg....
    mksii dah mmpir blogQ...

    ReplyDelete
  4. oh jadi gitu ya gan , setelah makan jangan langsung minum teh .

    ReplyDelete
  5. informasi kesehatan yang sangat bermanfaat :)

    ReplyDelete

Silahkan berkata-kata di sini :)