17 November 2011

Tagging Nama di Facebook Bisa Berakibat Panjang

Lagi-lagi dibikin mewek sama temen yang itu. Si cadas yang keliat kasar di luar tapi lembut di dalam :D -sori peng gue bahas lo lagi-
Temen SMP ku. Dulu pernah aku ceritain di Blog ini juga. Galauanya di facebook bikin jleb-jleb nyees. 
Ini postinganku tentang dia dua tahunan yang lalu -pas masih musim friendster- [disini]

Ga di friendster ga di facebook, kerjaan ini anak ga berubah. Tetep dengan kepribadian yang ga konsisten, dia pajang foto-foto cadas tapi status-statusnya galau kayak pujangga kesiangan :p
Kemarin di facebook di publishlah sebuah note dan di'tag'lah namaku plus temen-temennya di sana. Tulisan ga biasa dan lebih jleb-jleb lagi kali ini. 

Lo nge'tag nama gue di tulisan lo, Peng? berarti gakpapa gue masukin di blog lagi? Dalam hati aku senyum aja, kemudian tangan mulai bekerja nulis ini.
Iya, aku bakal copy-paste lagi tulisannya di sini, lagi-lagi biar bisa di baca banyak orang Peng, ternyata cowok dengan style cadas kayak lo bisa menginspirasi banyak orang ;)
___________________________________________________________________

Aku Bukan Orang Lain.
oleh Verry StraighEdge pada 29 Januari 2010 jam 0:57

Entah berapa sudah hitungan angka mereka mereka yang telah menghinaku, dengan kata2 kasar, dengan pikiran2 sempit terhadap diriku. kulitku yang kasar ini… tidak seperti mereka yang sudah di polesi bedak, uang dan materi.. mereka lebih indah dari diriku… aku hanya seekor manusia di mata mereka…. hidup di dunia saja sudah bersyukur… aku punya seorang ibu yang tiap hari memarahi ku dan setelah itu menghampiriku….. Nak nasinya sudah matang!!

ibuku memarahi ku karena aku kasar sama mereka yang telah mengghinakau… ibu ku bilang jangan pendulikan kata2 mereka nak… mungkin mereka kurang mengenal dirimu, jika mereka mengenal dirimu… mungkin mereka akan menjadi sahabat2 mu yang terbaik. dekati mereka nak ajak mereka berteman… jangan berprasangka buruk terhadap mereka… ajakalah mereka bermain dan memahami isi dunia… tidak ada manusia yang jahat nak, pikiran kitalah yang membedakan mereka jahat atau tidak… bertemanlah dengan mereka nak.. jika mereka menyakitimu lagi.. mungkin mereka tidak menyukaimu karena kulitmu yang kasar.. tapi mereka tidak tau hatimu yang lembut, ibu tau karena ibulah yang melahirkan mu…. tapi bertemanlah dengan mereka nak,walau itu musuhmu sekalipun karena mereka adalah teman belajar hidupmu….
aku tidak ingin menjadi laki2 yang cengeng, tapi aku tidak ingin menjadi laki2 yang terlalu kaku, hidup bagai batu yang tidak pernah merasakan denyut kesedihan orang lain.. aku ingin menjadi manusia yang tidak keliatan… aku ingin menjadi debu diantara berjuta juta harapan dan individu…. aku hanyalah aku sama seperti kalian….. jika ingin berteman dengan ku awas ! kulitku ini kasar bisa melukaimu kulitmu bukan hatimu!,tapi itu bukan karena sengaja,, dan jika suatu hari kamu tersakiti dan menangis, akulah sahabat yang pertama yang akan menjadi airmatamu !!

_________________________________________________

Ga tau apa lagi yang dia pikirin, sedih? kayaknya. Aku cuma pengen nambahin kalo Gue percaya lo bisa punya temen sebanyak apapun yang lo mau, Peng. Dulu, gue ga peduli lo ngerokok di ruang tamu gue pas lebaran, itu bukan apa-apa dibanding kepedulian lo mau main silaturahmi ke rumah temen lo. Ga peduli lo ngutang buat ngamplopin temen yang lagi nikah, lo dateng itu yang bikin temen lain salut. Lo bisa punya temen sebanyak apapun yang lo mau.
Mungkin yang di bilang ibu lo ' bertemanlah dengan mereka..walau dan walau..' itu adalah 'jadilah dirumu apa adanya, mereka akan mengerti'
Dan aku udah ngerti.. :) 

Huh. Mewek kan jadinya. Hahaha.. cengeng aku --

Pertama, dia bikin aku inget sama ibu di rumah.
"aku punya seorang ibu yang tiap hari memarahi ku dan setelah itu menghampiriku…Nak nasinya sudah matang!!"
Kedua, jadi diri sendiri itu susah, tapi lebih mulia dari pada sembunyi di balik karakter putih tapi palsu
"..mungkin mereka tidak menyukaimu karena kulitmu yang kasar.. tapi mereka tidak tau hatimu yang lembut.."
Ketiga, damn..! Dia lagi yang nulis beginian, di tag pula :D

Tapi lagi-lagi, makasih banyak Peng, tulisan lo masuk 
Oiya, lo masih punya utang ke gue, duit yang lo pake buat nambahin amplopin nikahan kan duit gue :D *nyebar aib*

||Postingan penuh pujian kasar||

5 KOMENTAR:

saidialhady said...

wah,, menginspirasi... saya suka tulisannya... jadi kangn ibu juga di rumah.. :)

The Loe said...

hadaaah..

nitawanita said...

saidi: iya tulisannya bagus, itu kenapa aku copas di sini :)

@the loe: hadaah juga :p

Outbound di malang said...

salam gan ...
menghadiahkan Pujian kepada orang di sekitar adalah awal investasi Kebahagiaan Anda...
di tunggu kunjungan balik.nya gan !

Khairul Islam said...

Hi – It’s good to read such interesting stuff on the Internet as I have been able to discover here. I agree with much of what is written here and I’ll be coming back to this website again. Thanks again for posting such great reading material!!
http://www.marksplex.net/

Post a Comment

Silahkan berkata-kata di sini :)

 

Copyright © 2010 nitawanita | Blogger Templates by Splashy Templates | Free PSD Design by Amuki